Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 18 Februari 2018 : TENTANG PERLUNYA PERTOBATAN


Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Pada Hari Minggu Prapaskah I ini, Injil mengingatkan kembali tema pencobaan, pertobatan dan Kabar Baik. Penginjil Markus menulis, "Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis" (Mrk 1:12-13). Yesus pergi ke padang gurun untuk mempersiapkan diri bagi perutusan-Nya di dunia ini. Ia tidak membutuhkan pertobatan, tetapi, sama seperti manusia, Ia harus melalui ujian ini, menjadikannya untuk diri-Nya, guna mematuhi kehendak Bapa, menjadikannya untuk kita, guna memberi kita rahmat untuk mengatasi pencobaan-pencobaan. Persiapan ini berupa pertempuran melawan roh jahat, yaitu, melawan Iblis. Bagi kita juga, Masa Prapaskah adalah suatu masa "tantangan" rohani, masa perjuangan rohani : kita dipanggil untuk menghadapi Si Jahat melalui doa sehingga dengan pertolongan Allah, kita dapat mengatasinya dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita memahaminya, kejahatan, sayangnya, sedang bekerja dalam keberadaan kita dan di sekitar kita, di mana kekerasan, penolakan terhadap orang lain, ketertutupan, peperangan dan ketidakadilan terwujud.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 14 Februari 2018 : TENTANG SYAHADAT DAN DOA UMAT

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi! Selamat pagi bahkan jika hari sedikit tidak menyenangkan. Namun, jika semangatnya penuh sukacita, senantiasa merupakan hari yang baik. Jadi, selamat pagi! Hari ini Audiensi akan berlangsung di dua tempat : sekelompok kecil orang sakit berada di Aula [Paulus VI], mengingat cuaca, dan kita berada di sini. Tetapi kita melihat mereka dan mereka melihat kita di layar raksasa. Kita menyambut mereka dengan tepuk tangan.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 11 Februari 2018 : YESUS SANG PENYEMBUH TUBUH DAN JIWA YANG SESUNGGUHNYA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Pada hari-hari Minggu ini Injil, menurut paparan Markus, menghadirkan kepada kita Yesus yang menyembuhkan bermacam-macam orang sakit. Dalam konteks ini, Hari Orang Sakit Sedunia ditempatkan dengan baik, yang pada kenyataannya diperingati hari ini, 11 Februari 2018, Peringatan Perawan Maria dari Lourdes. Oleh karena itu, dengan tatapan hati beralih ke Gua Massabielle, kita merenungkan Yesus sebagai penyembuh tubuh dan jiwa yang sesungguhnya, yang diutus Allah Bapa ke dunia untuk menyembuhkan umat manusia, yang ditandai oleh dosa dan akibat-akibatnya.

PESAN PAUS FRANSISKUS UNTUK MASA PRAPASKAH 2018


"Karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin" (Mat 24:12)

Saudara dan saudari terkasih,

Sekali lagi, Paskah Tuhan mendekat! Dalam persiapan kita untuk Paskah, setiap tahun Allah dengan penyelenggaraan ilahi-Nya menawarkan kepada kita Masa Prapaskah sebagai "tanda sakramen pertobatan kita".[1] Masa Prapaskah memanggil kita, dan memungkinkan kita, untuk kembali kepada Tuhan dengan sepenuh hati dan dalam setiap segi kehidupan kita.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 7 Februari 2018 : TENTANG INJIL DAN HOMILI DALAM MISA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Kita melanjutkan dengan katekese pada Misa Kudus. Kita telah sampai pada Bacaan-bacaan. Dialog antara Allah dan umat-Nya, yang dikembangkan dalam Liturgi Sabda pada Misa, mencapai puncaknya dalam pewartaan Injil. Didahului dengan nyanyian Alleluia - atau, dalam Masa Prapaskah, dengan aklamasi lain - yang dengannya "jemaat beriman menyambut dan menyapa Tuhan yang siap bersabda kepada mereka dalam Injil".[1] Seiring misteri Kristus menerangi keseluruhan pewahyuan biblis, jadi, dalam Liturgi Sabda, Injil merupakan terang untuk memahami makna teks-teks biblis yang mendahuluinya, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Sebenarnya, Kristus adalah pusat dan kepenuhan keseluruhan Kitab Suci, dan juga keseluruhan perayaan liturgi".[2] Yesus Kristus selalu merupakan pusatnya, selalu.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 4 Februari 2018 : TENTANG PEMBERITAAN KERAJAAN ALLAH

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Injil hari Minggu ini melanjutkan pemaparan tentang hari Yesus di Kapernaum, pada hari Sabat, perjamuan mingguan orang-orang Yahudi (bdk. Mrk 1:21-39). Kali ini, penginjil Markus menyoroti hubungan antara kegiatan mukjizat Yesus dan pembangkitan iman dalam diri orang-orang yang Ia jumpai. Sebenarnya, dengan tanda-tanda penyembuhan yang Ia laksanakan terhadap bermacam-macam orang sakit, Tuhan ingin membangkitkan iman sebagai tanggapan.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 31 Januari 2018 : TENTANG LITURGI SABDA



Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Hari ini kita melanjutkan dengan katekese tentang Misa. Setelah merenungkan ritus pembuka Misa, kita sekarang membahas Liturgi Sabda, yang merupakan bagian pokok karena, pada kenyataannya, kita berkumpul untuk mendengarkan apa yang telah dilakukan Allah dan Ia masih berniat melakukannya untuk kita. Ini adalah pengalaman yang terjadi secara langsung dan bukan dengan mendengarkan, karena "bila Alkitab dibacakan dalam gereja, Allah sendiri bersabda kepada umat-Nya, dan Kristus sendiri mewartakan kabar gembira, sebab Ia hadir dalam sabda itu" (PUMR, 29; Sacrosanctum Concilium, 7;33). Dan seberapa sering, sementara Sabda Allah dibacakan, kita mengatakan : "Lihatlah laki-laki itu ..., lihatlah perempuan itu . . . Lihatlah topi yang sedang ia kenakan : ini konyol ...". Dan mereka mulai berkomentar. Bukankah itu benar? Seharusnyakah komentar dibuat saat Sabda Allah sedang dibacakan? [Mereka menjawab: "Tidak!"]. Tidak, karena jika kalian bergunjing dengan orang-orang kalian tidak mendengarkan Sabda Allah. Ketika Sabda Allah dibaca di dalam Alkitab - Bacaan Pertama, Bacaan Kedua, Mazmur Tanggapan dan Injil - kita harus mendengarkan, membuka hati kita, karena Allah sendirilah yang sedang berbicara kepada kita, dan kita tidak boleh memikirkan hal-hal lain atau berbicara tentang hal-hal lain. Mengerti? ... Saya akan menjelaskan kepada kalian apa yang terjadi dalam Liturgi Sabda ini.