Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 14 Januari 2018 : CIRI PENTING PERJALANAN IMAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Seperti pada Hari Raya Penampakan Tuhan dan Pesta Pembaptisan Tuhan, perikop Injil hari ini (bdk. Yoh 1:35-42) juga mengusulkan tema penjelmaan Tuhan. Kali ini Yohanes Pembaptis yang menunjukkan-Nya kepada murid-muridnya sebagai "Anak Domba Allah" (ayat 36), sehingga mengundang mereka untuk mengikuti-Nya. Demikian juga untuk kita: Dia yang kita renungkan dalam misteri Natal, sekarang kita dipanggil untuk mengikuti dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, Injil hari ini memperkenalkan kita dengan sempurna dalam Masa Biasa, sebuah masa yang berfungsi untuk menjiwai dan membuktikan perjalanan iman kita dalam kehidupan lazim kita, dalam sebuah dinamika yang bergerak di antara penampakan Tuhan dan selanjutnya, antara penjelmaan dan panggilan.

PESAN PAUS FRANSISKUS UNTUK HARI MIGRAN DAN PENGUNGSI SEDUNIA KE-104 (14 Januari 2018)


"Menyambut, melindungi, memberdayakan dan menyatupadukan migran dan pengungsi"

Saudara dan saudari terkasih!

“Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu” (Im 19:34)

Selama tahun-tahun pertama masa kepausan saya, saya berulang kali mengungkapkan keprihatinan saya secara khusus terhadap situasi menyedihkan dari banyak migran dan pengungsi yang melarikan diri dari peperangan, penganiayaan, bencana alam dan kemiskinan. Situasi ini tidak diragukan lagi merupakan "tanda zaman" yang telah saya coba tafsirkan, dengan pertolongan Roh Kudus, sejak kunjungan saya ke Lampedusa pada tanggal 8 Juli 2013. Ketika saya membentuk Dikasteri (Komisi) baru untuk Memberdayakan Pembangunan Manusia Seutuhnya, saya menginginkan bagian khusus – yang sementara ini berada di bawah arahan pribadi saya untuk saat ini - untuk mengungkapkan perhatian Gereja terhadap para migran, orang-orang yang tergusur, para pengungsi dan para korban perdagangan manusia.

PESAN PAUS FRANSISKUS UNTUK HARI ORANG SAKIT SEDUNIA KE-26 (11 Februari 2018)


 Bunda Gereja : "Ibu, inilah, anakmu! …. Ibu, inilah, anakmu! Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya” (Yoh 19:26-27)

Saudara dan saudari terkasih,

Pelayanan Gereja kepada orang sakit dan orang-orang yang merawat mereka harus
berlanjut dengan semangat yang diperbarui, dengan ketaatan terhadap perintah Tuhan (bdk. Luk 9:2-6; Mat 10:1-8; Mrk 6:7-13) dan mengikuti teladan yang mengesankan dari Sang Pendiri dan Sang Pemiliknya.

Tema Hari
Orang Sakit Sedunia ini ditetapkan berdasarkan kata-kata yang diucapkan Yesus dari Salib kepada Maria, Ibu-Nya, dan kepada Yohanes : ""Ibu, inilah, anakmu! …. Ibu, inilah, anakmu! Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya” (Yoh 19:26-27).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 10 Januari 2018 : KEMULIAAN DAN KOLEKTA

Saudara-saudara, selamat pagi!

Dalam rangkaian katekese tentang perayaan Ekaristi, kita merenungkan tentang pernyataan tobat yang membantu kita untuk melucuti diri kita dari praduga-praduga kita dan mempersembahkan diri kita kepada Allah apa adanya, menyadari kita adalah orang-orang berdosa, dengan harapan diampuni.

Sebenarnya, rasa syukur yang diungkapkan dalam "Kemuliaan" berasal dari perjumpaan antara kesengsaraan manusia dan kerahiman ilahi; "Kemuliaan adalah madah yang sangat dihormati dari zaman kristen kuno. Lewat madah ini Gereja yang berkumpul atas dorongan Roh Kudus memuji Allah Bapa dan Anak Domba Allah" (PUMR, 53).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 7 Januari 2018 : TENTANG PESTA PEMBAPTISAN TUHAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Perayaan Pesta Pembaptisan Tuhan hari ini mengakhiri masa Natal dan mengajak kita untuk memikirkan baptisan kita. Yesus ingin menerima baptisan yang diwartakan dan diberikan oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan. Baptisan Itu adalah baptisan penyesalan : orang-orang yang tersentuh menyatakan keinginan untuk dibersihkan dari dosa-dosa mereka dan, dengan pertolongan Allah, mereka berkomitmen untuk memulai kehidupan baru.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT 6 Januari 2018 : TENTANG HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Hari ini, Hari Raya Penampakan Tuhan, Injil menyajikan tiga sikap yang dengannya kedatangan Yesus dan pengejawantahannya ke dunia diterima: mencari dengan seksama, tidak peduli, takut.

Para Majus tidak ragu untuk berangkat mencari Mesias. Ketika mereka sampai di Yerusalem mereka bertanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintangNya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia". Mereka telah melakukan perjalanan jauh dan sekarang mereka melakukan pencarian dengan seksama untuk menemukan di mana Raja yang baru lahir dapat ditemukan. Di Yerusalem mereka menyimpang kepada Raja Herodes, yang memintai keterangan para imam kepala dan para ahli Taurat di mana Mesias akan dilahirkan.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 3 Januari 2018 : TINDAKAN TOBAT DALAM RITUS PEMBUKA PERAYAAN EKARISTI


Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Mengambil katekese tentang Perayaan Ekaristi, hari ini kita merenungkan, dalam konteks Ritus Pembuka, tindakan tobat. Dengan kesederhanaannya, Seruan Tobat menumbuhkan sikap yang menjadikan seseorang merayakan misteri-misteri suci dengan layak, yaitu, mengakui dosa-dosa kita di hadapan Allah dan saudara-saudara seiman kita; mengakui bahwa kita adalah orang-orang berdosa. Sebenarnya, ajakan imam tersebut ditujukan kepada seluruh jemaat dalam doa, karena kita semua adalah orang-orang berdosa. Apa yang bisa Tuhan berikan kepada seseorang yang hatinya sudah penuh dengan dirinya sendiri, dengan keberhasilannya? Tidak ada, karena orang yang angkuh tidak mampu menerima pengampunan, merasa puas ketika ia berada bersama keadilan yang ia sangkakan. Kita memikirkan perumpamaan tentang orang Farisi dan pemungut cukai, di mana hanya orang terakhir - pemungut cukai - pulang ke rumah sebagai orang yang dibenarkan, yaitu, diampuni (bdk. Luk 18:9-14). Orang yang menyadari kesengsaraannya dan menurunkan matanya dengan kerendahan hati, merasakan tatapan Allah yang penuh belas kasih menimpa dirinya. Kita tahu dari pengalaman bahwa hanya orang yang bisa mengakui kesalahan-kesalahannya dan memohon pengampunan, menerima pengertian dan pengampunan dari orang lain.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 1 Januari 2018 : TENTANG HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Pada halaman pertama penanggalan Tahun Baru, yang diberikan Tuhan kepada kita, Gereja menempatkan sebagai miniatur yang menakjubkan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah. Pada hari pertama tahun matahari ini, marilah kita memandang Maria, untuk mengambil kembali, di bawah perlindungan keibuannya, perjalanan sepanjang garis edar waktu.