Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 20 September 2017 : MENGAJARKAN BERHARAP

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Tema katekese hari ini adalah "Mengajarkan Berharap". Oleh karena itu saya akan menyampaikannya secara langsung dengan "kamu" [yang lazim di Italia], membayangkan bahwa saya sedang berbicara sebagai pendidik, sebagai ayah kepada seorang pemuda atau kepada siapapun orang yang terbuka untuk belajar.

Pikirkan: di sanalah, tempat Allah telah menanamkan kamu, pengharapan! - selalu berharap.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 17 September 2017 : TENTANG PENGAMPUNAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Perikop Injil hari Minggu ini (bdk. Mat 18:21-35) memberi kita sebuah pengajaran tentang pengampunan, yang tidak mengingkari orang memikul kesalahannya, tetapi mengakui bahwa manusia, yang diciptakan menurut gambar Allah, selalu lebih besar daripada kejahatan yang dilakukannya. Santo Petrus bertanya kepada Yesus : "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" (ayat 21). Bagi Petrus sudah nampak maksimal mengampuni orang yang sama sebanyak tujuh kali; dan mungkin bagi kita tampaknya banyak melakukannya dua kali. Tetapi Yesus menjawab : "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali" (ayat 22), yaitu selalu : kamu harus selalu mengampuni. Dan Ia menegaskannya dengan menceritakan perumpamaan tentang raja yang penuh belas kasih dan pelayan yang tak berbelas kasihan, yang di dalamnya Ia menunjukkan ketidakselarasan dalam diri orang yang pertama kali diampuni dan kemudian menolak untuk mengampuni tersebut.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 13 September 2017 : MARILAH KITA MENGAMBIL LANGKAH PERTAMA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Sebagaimana kalian ketahui, dalam beberapa hari ini saya melakukan perjalanan apostolik ke Kolombia. Saya bersyukur kepada Tuhan dengan sepenuh hati atas anugerah besar ini; dan saya ingin mengulangi ucapan terima kasih saya kepada Presiden Republik Kolombia, yang telah menerima saya dengan sangat sopan santun, para uskup Kolombia, yang bekerja keras untuk mempersiapkan kunjungan ini, dan juga otoritas lainnya di negara tersebut, serta semua pihak yang bekerja sama dalam mewujudkan perjalanan ini. Dan terima kasih khusus tertuju kepada rakyat Kolombia yang menyambut saya dengan penuh kasih sayang dan penuh sukacita! Rakyat yang penuh sukacita, dengan banyak penderitaan, tetapi penuh sukacita; sebuah bangsa dengan penuh sukacita. Salah satu hal yang paling mengejutkan saya di semua kota, di antara orang banyak, ada para ayah dan ibu bersama anak-anak, yang mengangkat anak-anak mereka agar Paus memberkati mereka, tetapi juga dengan bangga, menunjukkan kepada anak-anak mereka seolah mengatakan, "Inilah kebanggaan kami! Inilah pengharapan kami". Saya memikirkan : sebuah bangsa yang mampu memiliki anak-anak dan menunjukkan anak-anak tersebut dengan bangga, sebagai pengharapan mereka; penduduk ini memiliki sebuah masa depan. Dan saya sangat menyukai hal ini.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN DI GEREJA DAN BIARA SANTO PETRUS CLAVER, CARTAGENA DE INDIAS (KOLOMBIA) 10 September 2017

Saudara dan saudari terkasih,
Sesaat sebelum memasuki gereja ini tempat relikui Santo Petrus Claver tersimpan, saya memberkati batu pertama dari dua lembaga yang akan melayani orang-orang yang paling membutuhkan, dan saya mengunjungi rumah Nyonya Lorenza, yang setiap hari menyambut banyak saudara dan saudara kita, menawarkan mereka makanan dan kasih sayang. Kunjungan ini telah membuat saya sangat baik karena mereka menunjukkan bagaimana kasih Allah terlihat setiap hari.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 3 September 2017 : TENTANG KEBUTUHAN MEMIKUL SALIB

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Perikop Injil hari ini (bdk. Mat 16:21-27) adalah kelanjutan perikop Injil hari Minggu yang lalu, yang menyoroti pengakuan iman Petrus, "batu karang" yang di atasnya Yesus ingin mendirikan Gereja-Nya. Hari ini, dengan pertentangan yang mencolok mata, Matius menunjukkan kepada kita reaksi Petrus yang sama ketika Yesus menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan menderita di Yerusalem, dibunuh dan dibangkitkan (bdk. ayat 21). Petrus menarik Yesus ke samping dan menegur Dia karena hal ini - ia mengatakan kepada-Nya - tidak dapat terjadi pada-Nya, pada Kristus. Tetapi, Yesus pada gilirannya memarahi Petrus dengan kata-kata keras : "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia" (ayat 23). Beberapa saat sebelumnya, Sang Rasul diberkati oleh Bapa, karena ia telah menerima daripada-Nya pewahyuan itu, ia adalah sebuah "batu karang" yang kokoh yang di atasnya Yesus dapat mendirikan jemaat-Nya, dan segera setelah itu, ia menjadi sebuah rintangan, sebuah batu karang yang di atasnya bukan untuk mendirikan tetapi sebuah batu sandungan di jalan Mesias. Yesus tahu betul bahwa Petrus dan para rasul lainnya masih memiliki sebuah jalan yang panjang untuk menjadi para rasul-Nya!

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 30 Agustus 2017 : TENTANG KENANGAN, PENGHARAPAN DAN PANGGILAN

Hari ini saya ingin kembali ke pokok bahasan yang sangat penting: hubungan antara pengharapan dan kenangan, dengan mengacu khususnya kepada kenangan akan panggilan. Dan saya mengambil sebagai contoh panggilan Yesus kepada murid-murid pertama. Pengalaman ini tetap terekam dalam ingatan mereka, yang mana salah seorang dari mereka bahkan mencatat jamnya : "waktu itu kira-kira pukul empat" (Yoh 1:39). Penginjil Yohanes menceritakan ulang episode tersebut sebagai sebuah kenangan masa muda yang jelas, yang tetap utuh dalam kenangannya sebagai seorang tua, karena Yohanes menuliskan hal-hal ini saat ia sudah lanjut usia.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 27 Agustus 2017 : TENTANG PENGAKUAN IMAN KEPADA KRISTUS, PUTRA ALLAH

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Injil hari Minggu ini (Mat 16:13-20) membawa kita kembali ke perikop kunci dalam perjalanan Yesus bersama murid-murid-Nya : saat di mana Ia ingin menguji titik yang telah dicapai oleh iman mereka kepada-Nya. Pertama, Ia ingin tahu apa pendapat orang tentang Dia; dan orang-orang berpikir bahwa Yesus adalah seorang nabi, sesuatu yang benar, tetapi itu tidak memahami inti pokok Pribadi-Nya, itu tidak memahami inti pokok perutusan-Nya. Kemudian Ia mengajukan kepada murid-murid-Nya pertanyaan yang paling banyak ada di hati-Nya, yaitu Ia langsung bertanya kepada mereka : "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" (ayat 15). Dengan "tetapi" itu dengan tegas Yesus memisahkan para rasul dari orang banyak, seolah-olah mengatakan : Tetapi kamu, yang bersama-Ku setiap hari dan mengenal-Ku dari dekat, apa lagi yang telah kamu baca? Sang Guru mengharapkan, dari murid-murid-Nya sendiri, sebuah jawaban yang luhur dan berbeda dari jawaban orang banyak. Dan, pada kenyataannya, jawaban semacam itu justru muncul dari hati Simon, yang disebut Petrus : "Engkau adalah Mesias, Putra Allah yang hidup!" (ayat 16). Simon Petrus mengucapkan kata-kata yang lebih besar dari dirinya, kata-kata yang tidak berasal dari kemampuan alamiah dirinya. Mungkin ia tidak belajar di sekolah dasar, dan ia bisa mengatakan kata-kata ini, yang lebih kuat dari dirinya! Tetapi, kata-kata tersebut diilhami oleh Bapa surgawi (bdk. ayat 17), yang mengungkapkan kepada Sang Rasul pertama Kelompok Dua Belas jatidiri Yesus yang sesungguhnya : Dialah Mesias, Sang Putra yang diutus oleh Allah untuk menyelamatkan umat manusia. Dari jawaban ini, Yesus mengerti bahwa, berkat iman yang diberikan oleh Bapa, ada sebuah landasan yang kokoh yang di atasnya Ia dapat membangun jemaat-Nya, Gereja-Nya. Oleh karena itu, Ia berkata kepada Simon : "Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku" (ayat 18).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 23 Agustus 2017 : PENGHARAPAN KRISTIAN ADALAH SAMBUTAN SURGAWI ALLAH

Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar". Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku (Why 21:5-7)

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Kita mendengarkan Sabda Allah dalam Kitab Wahyu, dan Sabda tersebut mengatakan demikian : "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" (21:5). Pengharapan kristiani berlandaskan iman kepada Allah, yang selalu menciptakan hal-hal baru dalam kehidupan manusia, Ia menciptakan hal-hal baru dalam sejarah dan Ia menciptakan hal-hal baru dalam alam semesta. Allah kita adalah Allah yang menciptakan hal-hal baru, karena Ia adalah Allah kejutan-kejutan.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 20 Agustus 2017 : TENTANG KEBUTUHAN AKAN IMAN YANG TAK TERGOYAHKAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Injil hari ini (Mat 15:21-28) memaparkan kepada kita sebuah teladan iman yang luar biasa dalam pertemuan Yesus dengan seorang perempuan Kanaan, seorang asing bagi orang-orang Yahudi. Adegan itu terbentang ketika Ia dalam perjalanan ke kota Tirus dan Sidon, sebelah barat laut Galilea : di sanalah perempuan tersebut memohon kepada Yesus untuk menyembuhkan putrinya yang, menurut Injil, "kerasukan setan dan sangat menderita" (ayat 22). Awalnya Tuhan nampaknya tidak mendengarkan teriakan kesedihan ini, sedemikian rupa sehingga membangkitkan campur tangan para murid, yang menengahi dia. Kebersikukuhan Yesus yang terang-terang tersebut tidak mengecilkan hati ibu ini, yang bersikeras pada permintaannya.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 15 Agustus 2017 : TENTANG HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIANGKAT KE SURGA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Hari ini, Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga, Injil memaparkan kepada kita perempuan muda Nazaret yang, setelah menerima pemberitahuan Malaikat, bergegas mendekati Elisabet, pada bulan-bulan terakhir kehamilannya yang ajaib. Sesampainya di rumahnya, Maria menerima dari mulutnya kata-kata yang keluar yang membentuk doa "Salam Maria" : "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu" (Luk 1:42). Sesungguhnya, karunia terbesar yang dibawa Maria bagi Elisabet - dan bagi seluruh dunia - adalah Yesus, yang sekarang hidup di dalam dirinya; serta hidup tidak hanya oleh iman dan pengharapan, seperti dalam begitu banyak perempuan Perjanjian Lama : Yesus mengambil rupa daging manusia dari Perawan Maria untuk perutusan keselamatan-Nya.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 13 Agustus 2017 : TENTANG PENTINGNYA IMAN YANG KOKOH

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Hari ini perikop Injil (Mat 14:22-33) memaparkan kisah Yesus yang, setelah berdoa sepanjang malam di pantai Danau Galilea, berangkat menuju perahu murid-murid-Nya dengan berjalan di atas air. Perahu itu berada di tengah danau, terhalang angin kencang yang dahsyat. Ketika mereka melihat Yesus berjalan di atas air, para murid mengira Ia adalah seorang hantu dan menjadi takut. Tetapi Ia meyakinkan mereka : "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" (ayat 27). Petrus, dengan keberaniannya seperti biasa, berkata kepada-Nya : "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air" : dan Yesus memanggilnya : "Datanglah!" (ayat 28-29). Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air menuju Yesus; tetapi, karena angin tersebut, ia takut dan mulai tenggelam. Kemudian ia berteriak : "Tuhan, tolonglah aku!". Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia (ayat 30-31).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 9 Agustus 2017 : PENGAMPUNAN DAN BELAS KASIH ILAHI ADALAH PENGGERAK PENGHARAPAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Kita mendengar reaksi orang-orang Farisi tamu Simon : "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?" (Luk 7:49). Yesus baru saja melakukan sebuah tindakan yang menimbulkan pergunjingan. Seorang perempuan di kota itu, yang dikenal oleh semua orang sebagai seorang pendosa, memasuki rumah Simon, berlutut di kaki Yesus dan menuangkan minyak wangi ke kaki-Nya. Semua orang yang ada di meja berkata dalam hati : jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini. Para perempuan itu, hal-hal yang buruk, hanya berguna dijumpai secara tersembunyi, juga oleh para pemimpin, atau dilempari batu. Menurut mentalitas saat itu, pemisahan antara orang-orang kudus dan orang-orang berdosa, antara yang tahir dan yang tidak tahir, haruslah jelas.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 6 Agustus 2017 : TENTANG PESTA YESUS MENAMPAKKAN KEMULIAAN-NYA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Hari Minggu ini liturgi merayakan Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya. Injil hari ini menceritakan kepada kita bahwa Rasul Petrus, Yakobus dan Yohanes adalah saksi-saksi dari peristiwa luar biasa ini. Yesus membawa mereka bersama-Nya "dan menuntun mereka naik ke sebuah gunung yang tinggi" (Mat 17:1) dan, ketika Ia sedang berdoa, wajah-Nya berubah rupa, bercahaya seperti matahari, dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Lalu Musa dan Elia muncul, sedang berbicara dengan-Nya. Pada titik ini, Petrus berkata kepada Yesus, "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia" (ayat 4). Ia belum selesai berbicara saat awan terang menaungi mereka.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 2 Agustus 2017 : TENTANG BAPTISAN, PINTU PENGHARAPAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Ada saat ketika gereja-gereja berkiblat ke Timur. Kita memasuki bangunan suci dengan sebuah pintu yang terbuka menuju ke Barat dan, berjalan di bagian tengah bangunan, kita terarah ke Timur. Itulah sebuah simbol penting bagi manusia dahulu kala, sebuah alegori yang dalam perjalanan sejarah semakin menurun. Kita orang-orang zaman modern, apalagi terbiasa menyimak tanda-tanda besar alam semesta, hampir tidak pernah memperhatikan hal semacam itu. Barat adalah titik utama matahari terbenam, di mana terang menghilang. Sebaliknya, Timur adalah tempat di mana kegelapan dikalahkan oleh terang pagi-pagi buta dan mengingatkan kita akan Kristus, Sang Surya yang berasal dari tempat tinggi cakrawala dunia (Luk 1:78).

Ritus Baptisan dahulu kala berpraduga bahwa para katekumen seharusnya memancarkan tahap pertama pengakuan iman mereka dengan mata mengarah ke Barat. Dan dalam posisi itu, mereka ditanya : "Apakah kamu menolak Setan, pelayanannya dan karyanya?". Dan orang-orang kristiani yang lebih kemudian mengulangi serempak : "Aku menolak!". Kemudian mereka berpaling ke kubah gereja, ke arah Timur, di mana terang dilahirkan, dan para calon baptis kembali ditanyai : “Apakah kamu percaya pada Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus?” Dan kali ini mereka menjawab : “Aku percaya”.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 30 Juli 2017 : TENTANG PERUMPAMAAN HARTA YANG TERPENDAM DAN MUTIARA YANG SANGAT BERHARGA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Wacana pengibaratan Yesus, yang mengelompokkan tujuh perumpamaan dalam Injil Matius bab 13, berakhir dengan tiga perumpamaan yang serupa hari ini : harta yang terpendam (ayat 44), mutiara yang sangat berharga (ayat 45-46) dan pukat (ayat 47-48). Saya berhenti sejenak pada dua perumpamaan pertama, yang menekankan keputusan pelaku utama untuk menjual semuanya guna mendapatkan apa yang telah mereka temukan. Dalam kasus pertama, seorang petani yang kebetulan menemukan harta yang terpendam di ladang tempat ia sedang bekerja. Ladang tersebut bukan miliknya, ia harus mendapatkannya jika ia ingin memiliki harta yang terpendam itu : maka ia memutuskan untuk mempertaruhkan seluruh kekayaannya agar tidak kehilangan kesempatan yang sungguh luar biasa itu. Dalam kasus kedua kita mendapati seorang pedagang mutiara; ia, sebagai seorang pakar yang berpengalaman, telah memilih sebuah mutiara yang sangat berharga. Ia juga memutuskan untuk mempertaruhkan segalanya pada mutiara itu, hingga menjual seluruh mutiara lainnya.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 23 Juli 2017 : PERUMPAMAAN TENTANG BENIH YANG BAIK DAN LALANG

Perikop Injil hari ini menawarkan tiga perumpamaan yang dengannya Yesus mengatakan tentang Kerajaan Surga kepada orang banyak. Saya akan merenungkan perumpamaan yang pertama : perumpamaan tentang benih yang baik dan lalang, yang menggambarkan masalah kejahatan di dunia dan menyoroti kesabaran Allah (bdk. Mat 13:24-30.36-43). Betapa sabarnya Allah! Kita masing-masing juga bisa mengatakan hal ini : "Betapa sabarnya Allah terhadapku!". Cerita membentang di sebuah lapangan dengan dua tokoh utama yang berseberangan. Di satu pihak, tuan ladang, yang mewakili Allah dan menabur benih yang baik; di pihak lain musuh, yang mewakili Setan dan menabur lalang.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 16 Juli 2017 : PERUMPAMAAN TENTANG PENABUR

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Ketika Yesus berbicara Ia mempergunakan bahasa yang sederhana dan juga mempergunakan gambaran-gambaran, yang merupakan contoh-contoh yang diambil dari kehidupan sehari-hari, agar mudah dipahami oleh semua orang. Oleh karena itu, mereka mendengarkan-Nya dengan senang hati dan menghargai pesan-Nya, yang langsung masuk ke dalam hati mereka : dan pesan-Nya bukanlah bahasa yang tidak rumit untuk dipahami, seperti yang dipergunakan oleh para ahli Taurat pada masa itu, yang tidak dipahami dengan baik tetapi penuh kekakuan dan menjauhkan orang-orang. Dan dengan bahasa ini, Yesus membuat misteri Kerajaan Allah dipahami, bahasa Yesus bukanlah suatu teologi yang rumit. Dan contohnya adalah apa yang disampaikan Injil hari ini : perumpamaan tentang penabur (Mat 13:1-23).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 9 Juli 2017 : MENEMUKAN KELEGAAN SEJATI DI DALAM TUHAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Dalam Injil hari ini, Yesus mengatakan : "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Mat 11:28). Tuhan tidak menyimpan ungkapan ini untuk beberapa sahabat-Nya, tidak, Ia menyampaikannya kepada "semua" orang yang letih lesu dan tertekan oleh kehidupan. Dan siapa yang bisa merasa terkecualikan dari undangan ini? Tuhan tahu betapa beratnya beban kehidupan. Ia tahu bahwa banyak hal yang membuat hati letih lesu : kekecewaan dan luka masa lalu, beban yang dibawa dan kesalahan yang ditanggung saat ini, ketidakpastian dan kekhawatiran akan masa depan.

BULAN KITAB SUCI NASIONAL 2017 (GAGASAN PENDUKUNG)



KABAR GEMBIRA DI TENGAH GAYA HIDUP MODERN


Arus zaman dunia modern melanda seluruh bangsa manusia termasuk Gereja. Banyak hal positif yang dihasilkannya. Arus aman teknologi, misalnya, membuat pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Informasi dan komunikasi menjadi lebih mudah dan cepat. Kemudahan dan kecepatannya menjadikan dunia bagaikan satu desa kecil. Itulah sebabnya, Gereja dianjurkan juga untuk menggemakan Sabda Allah tidak hanya melalui media cetak, tetapi juga melalui bentuk-bentuk komunikasi yang lain terutama internet.

Namun, tidak sedikit pula hal negatif yang dimunculkan oleh arus zaman modern sehingga perlu diteliti secara cermat agar bisa diperbaiki. Hal ini disebut oleh Paus Fransiskus dalam himbauan apostoliknya, Evangelii Gaudium, suka cita injil. Dalam himbauan apostolik tersebut dilukiskan masalah besar yang melanda dunia modern yang akhirnya ikut melanda Gereja juga. Masalah-masalah besar itu terkait dengan mentalitas negatif budaya modern seperti konsumerisme, hedonisme, sekularisme, individualisme, kesenjangan sosial, dan fundamentalisme agama. Maka, Paus Fransiskus menyerukan kepada semua komunitas untuk selalu meneliti dengan cermat tanda-tanda zaman dan menanggapinya secara efektif.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 2 Juli 2017 : MISIONARIS MEMBAWA YESUS, BUKAN DIRINYA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Liturgi hari ini menyajikan kepada kita bagian terakhir wacana misioner Injil Matius bab 10 (ayat 37-42), yang dengannya Yesus memerintahkan kedua belas rasul, pada saat yang di dalamnya Ia mengutus mereka untuk pertama kalinya ke desa-desa di Galilea dan Yudea. Dalam bagian terakhir ini, Yesus menekankan dua aspek penting bagi kehidupan murid misioner : pertama, bahwa ikatannya dengan Yesus lebih kuat daripada ikatan lainnya; kedua, bahwa misionaris tidak membawa dirinya sendiri tetapi Yesus, dan melalui Dia kasih Bapa surgawi. Kedua aspek ini terhubung, karena semakin Yesus berada di pusat hati dan kehidupan murid, semakin murid tersebut "tembus pandang" terhadap kehadiran-Nya. Keduanya berjalan bersama-sama.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 29 Juni 2017 : TENTANG HARI RAYA SANTO PETRUS DAN PAULUS

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Para Bapa Gereja suka membandingkan Rasul Suci Petrus dan Paulus menjadi dua kolom, yang padanya pembangunan Gereja yang kasat mata bertumpu. Keduanya metereikan dengan darah mereka kesaksian yang diberikan terhadap Kristus, dengan pewartaan dan pelayanan mereka kepada jemaat kristiani yang baru lahir. Kesaksian ini terungkap dalam Bacaan-bacaan Kitab Suci dari liturgi hari kini, Bacaan-bacaan yang menunjukkan mengapa iman mereka, yang diakukan dan diwartakan, kemudian dimahkotai dengan ujian kemartiran yang tertinggi.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 28 Juni 2017 : PENGHARAPAN ADALAH KEKUATAN PARA MARTIR

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Hari ini kita merenungkan pengharapan kristiani sebagai kekuatan para martir. Ketika, dalam Injil, Yesus mengutus murid-murid-Nya, Ia tidak memperdaya mereka dengan khayalan-khayalan belaka keberhasilan yang mudah; sebaliknya, Ia jelas-jelas memperingatkan mereka bahwa pewartaan Kerajaan Allah selalu mengandung pertentangan. Dan Ia bahkan mempergunakan ungkapan yang bukan main : "Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku" (Mat 10:22). Orang-orang kristiani mengasihi, tetapi mereka tidak selalu dikasihi. Yesus segera menempatkan diri-Nya di hadapan kenyataan ini : dalam sebuah ukuran yang kurang lebih kuat, pengakuan iman terjadi dalam suasana permusuhan.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 25 Juni 2017 : TENTANG KEHIDUPAN MURID MISIONER

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Dalam Injil hari ini (bdk. Mat 10:26-33), Tuhan Yesus, setelah memanggil dan mengutus murid-murid-Nya, Ia memerintahkan dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi pencobaan dan penganiayaan yang akan mereka hadapi. Mengawali perutusan bukanlah untuk melaksanakan pariwisata, dan Yesus memperingatkan murid-murid-Nya : "Kamu akan menghadapi penganiayaan". Oleh karena itu Ia menasehati mereka : "Janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka [...] Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang [...] Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa" (ayat 26-28). Mereka hanya dapat membunuh tubuh, tetapi mereka tidak berkuasa membunuh jiwa : janganlah takut akan mereka. Yesus mengutus murid-murid-Nya tidak menjamin mereka berhasil, karena perutusan itu tidak melindungi mereka dari kegagalan dan penderitaan. Mereka harus mempertimbangkan kemungkinan penolakan adalah penganiayaan. Ini agak menakutkan, tetapi merupakan kebenaran.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 21 Juni 2017 : TENTANG PARA KUDUS, SAKSI-SAKSI DAN REKAN-REKAN PENGHARAPAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Pada hari Baptisan kita, permohonan pertolongan para kudus bergema kepada kita. Pada saat itu kebanyakan dari kita adalah anak-anak, yang dibawa dalam pelukan para orang tua kita. Sesaat sebelum melakukan pengurapan dengan minyak katekumen, lambang kekuatan Allah dalam bergumul melawan kejahatan, imam mengajak seluruh umat untuk mendoakan mereka yang akan menerima Baptisan, dengan memohon pengantaraan para kudus. Itulah pertama kalinya, dalam perjalanan hidup kita, yang di dalamnya kita dikaruniai dengan persekutuan saudara dan saudari "yang lawas" ini - para kudus - yang melewati jalan kita yang sama, yang memahami kerja keras dan kehidupan kita selama-lamanya di dalam pelukan Allah. Surat kepada orang Ibrani menggambarkan persekutuan yang mengelilingi kita ini dengan ungkapan "banyak saksi" (12:1). Para kudus adalah demikian : banyak saksi.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 18 Juni 2017 : TENTANG HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Di Italia dan di banyak negara lain hari Minggu ini dirayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus - nama Latin yang sering digunakan : Corpus Domini atau Corpus Christi. Setiap hari Minggu, jemaat gerejawi berkumpul dalam Ekaristi, Sakramen yang dilembagakan oleh Yesus dalam Perjamuan Terakhir. Namun, setiap tahun kita memiliki sukacita merayakan hari raya yang dipersembahkan untuk misteri iman yang utama ini, mengungkapkan secara utuh penyembahan kita kepada Kristus, yang memberikan diri-Nya sebagai makanan dan minuman keselamatan.

PESAN BAPA SUCI PAUS FRANSISKUS UNTUK HARI ORANG MISKIN SEDUNIA I (19 November 2017)



Marilah kita mengasihi, bukan dengan perkataan tetapi dengan perbuatan

1.    “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran” (1 Yoh 3:18). Kata-kata Rasul Yohanes ini menyuarakan sebuah perintah yang tidak dapat diabaikan oleh orang kristiani. Keseriusan yang dengannya "murid terkasih" menyerahkan perintah Yesus ke masa kita sekarang menjadi semakin jelas dengan kontras antara kata-kata kosong yang begitu sering di bibir kita dan perbuatan nyata yang dengannya kita dipanggil untuk mengukur diri kita. Kasih tidak memiliki alibi. Kapan pun kita mulai mengasihi sebagaimana Yesus mengasihi, kita harus membawa Tuhan sebagai teladan kita; terutama ketika menyangkut mengasihi orang miskin. Cara mengasihi Putra Allah sangat terkenal, dan Yohanes menguraikannya dengan jelas. Cara tersebut berdiri di atas dua pilar : Allah mengasihi kita terlebih dahulu (bdk. 1 Yoh 4:10.19), dan Ia mengasihi kita dengan memberikan diri-Nya sepenuhnya, bahkan menyerahkan nyawa-Nya (bdk. 1 Yoh 3:16).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 14 Juni 2017 : SUMBER PENGHARAPAN KRISTIANI DITEMUKAN DALAM KASIH ALLAH YANG TANPA PAMRIH

[Sambutan Bapa Suci kepada Orang Sakit]

Selamat pagi untuk kalian semua! Jadikanlah diri kalian nyaman, jadikanlah diri kalian nyaman ... Hari ini kita akan melakukan Audiensi di dua tempat yang berbeda, tetapi kita akan dipersatukan dengan layar raksasa, jadi kalian akan lebih nyaman di sini, karena matahari bersinar di Lapangan Santo Petrus. Lapangan ini akan menjadi pemandian Turki hari ini ... Terima kasih banyak telah datang. Dan kemudian dengarkanlah apa yang akan saya katakan, tetapi dengan hati bersatu dengan mereka yang berada di Lapangan: Gereja seperti ini. Satu kelompok ada di sini, yang lain ada di sana, dan ada lagi di sana, tetapi semuanya bersatu. Dan siapa yang mempersatukan Gereja? Roh Kudus. Marilah kita berdoa kepada Roh Kudus untuk mempersatukan kita semua hari ini dalam Audiensi ini.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 11 Juni 2017 : TENTANG HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Bacaan-bacaan Kitab Suci hari Minggu ini, Hari Raya Tritunggal Mahakudus, membantu kita memasuki misteri jatidiri Allah. Surat Kedua yang ditujukan Santo Paulus kepada jemaat di Korintus menyajikan kata-kata sambutan : "Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian" (2 Kor 13:13). "Berkat" Rasul Paulus ini - katakanlah - adalah buah pengalaman pribadinya akan kasih Allah, yaitu kasih yang dinyatakan Kristus yang bangkit kepadanya, yang mengubah hidupnya dan "mendorong"-Nya untuk membawa Injil kepada orang-orang bukan Yahudi. Dari pengalaman kasih karunia ini, Paulus dapat menasehati umat kristiani dengan kata-kata ini : "Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera" (ayat 11). Jemaat kristiani, terlepas dari seluruh keterbatasan manusiawinya, dapat menjadi cerminan persekutuan Tritunggal, persekutuan kebaikan dan keindahannya. Tetapi hal ini - seperti diperlihatkan oleh Paulus sendiri - tentu saja melalui pengalaman akan kerahiman Allah, pengalaman akan pengampunan-Nya.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 7 Juni 2017 : TENTANG KEBAPAAN ALLAH, SUMBER PENGHARAPAN KITA

Saudara dan saudari yang terkasih, selamat pagi!

Ada sesuatu yang mempesona dalam doa Yesus, sangat mempesona sehingga suatu hari murid-murid-Nya meminta untuk diperkenalkan kepada doa itu. Episode ini ditemukan dalam Injil Lukas, yang ada di antara para penginjil, terutama telah mendokumentasikan misteri Kristus yang "sedang berdoa" : Tuhan berdoa. Murid-murid Yesus terkesan oleh kenyataan bahwa Ia sudi menarik diri dalam kesunyian dan "membenamkan" diri-Nya dalam doa, terutama di pagi hari dan di malam hari. Oleh karena itu, suatu hari mereka meminta Dia untuk juga mengajarkan mereka berdoa (bdk. Luk 11:1).

PESAN PAUS FRANSISKUS UNTUK HARI MINGGU EVANGELISASI (22 Oktober 2017)



PESAN PAUS FRANSISKUS UNTUK HARI MINGGU EVANGELISASI (22 Oktober 2017)

Perutusan pada Pokok Iman Kristiani

Saudara dan saudari terkasih,

Sekali lagi tahun ini, Hari Minggu Evangelisasi mengumpulkan kita di sekitar pribadi Yesus, "penginjil yang sungguh pertama dan terbesar" (Paulus VI, Evangelii Nuntiandi, 7), yang terus-menerus mengutus kita untuk mewartakan Injil kasih Allah Bapa dalam kuasa Roh Kudus. Hari Minggu Evangelisasi ini mengundang kita untuk merenungkan kembali perutusan tersebut pada pokok iman kristiani. Gereja bersifat misioner berdasarkan kodratnya; jika tidak, ia tidak lagi menjadi Gereja Kristus, tetapi satu kelompok di antara banyak kelompok lainnya yang segera pada akhirnya akan melayani tujuan mereka dan menghilang. Betapa pentingnya mengajukan kepada diri kita pertanyaan-pertanyaan tertentu tentang jatidiri kristiani kita dan tanggung jawab kita sebagai umat beriman di sebuah dunia yang ditandai dengan kebingungan, kekecewaan dan frustrasi, serta terkoyak-koyak oleh banyak perang saudara yang secara tidak adil membidik orang-orang yang tidak berdosa. Apa dasar perutusan kita? Apa pokok perutusan kita? Apa pendekatan-pendekatan penting yang perlu kita ambil dalam menjalankan perutusan kita?

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 4 Juni 2017

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Diterbitkan hari ini, pada Hari Raya Pentakosta, Pesan saya untuk Hari Minggu Evangelisasi mendatang, yang diadakan setiap tahun di bulan Oktober. Temanya adalah : Perutusan pada Pokok Iman Kristiani. Semoga Roh Kudus menopang perutusan Gereja di seluruh dunia, dan memberi kekuatan kepada seluruh pria dan wanita para misionaris Injil. Semoga Roh Kudus memberi kedamaian bagi seluruh dunia, menyembuhkan luka-luka peperangan dan terorisme, yang juga semalam menyerang warga sipil yang tidak berdosa di London : kita mendoakan para korban dan keluara-keluarga mereka.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 31 Mei 2017 : TENTANG ROH KUDUS DAN PENGHARAPAN

Saudara dan saudari yang terkasih, selamat pagi!

Dalam kesegeraan Hari Raya Pentakosta, kita tidak bisa tidak berbicara tentang hubungan yang ada di antara pengharapan kristiani dan Roh Kudus. Roh Kudus adalah angin yang mendorong kita, yang meneruskan kita dalam perjalanan, membuat kita merasakan sebagai para peziarah dan orang-orang asing, serta tidak mengizinkan kita menaungi diri kita dan menjadi suatu umat yang "duduk terus menerus".

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 28 Mei 2017 : TENTANG KENAIKAN YESUS KE SURGA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Hari ini, di Italia dan di negara-negara lainnya, Kenaikan Yesus Ke Surga, 40 hari setelah Paskah, dirayakan. Bersamaan bagaimana Injil Matius hari ini (bdk. Mat 28:16-20) diakhiri, kita disuguhi saat keberangkatan yang menentukan dari Tuhan yang bangkit dari murid-murid-Nya. Adegan tersebut terjadi di Galilea, tempat di mana Yesus memanggil mereka untuk mengikuti-Nya dan membentuk inti perdana jemaat-Nya yang baru. Sekarang murid-murid tersebut telah mengalami "api" sengsara dan kebangkitan; pada saat melihat Tuhan yang bangkit, mereka menunduk kepada-Nya, beberapa murid masih penuh keraguan. Kepada jemaat yang ketakutan ini, Yesus meninggalkan tugas besar menginjili dunia; dan mewujudnyatakan penugasan ini, memerintahkan mereka untuk mengajar dan membaptis dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus (bdk. ayat 19).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 24 Mei 2017 : EMAUS, JALAN PENGHARAPAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Hari ini saya ingin merenungkan pengalaman dua murid Emaus, yang dikisahkan Injil Lukas (bdk. 24:13-35). Marilah kita membayangkan adegan tersebut : dua orang sedang berjalan kecewa, sedih, meyakini mendahului mereka kepahitan sebuah peristiwa yang berakhir buruk. Sebelum Paskah itu mereka penuh dengan antusiasme : meyakini bahwa hari-hari itu akan menentukan bagi pengharapan-pengharapan mereka dan bagi harapan semua orang. Yesus, yang kepada-Nya mereka telah mempercayakan kehidupan mereka, nampak akhirnya sampai pada pertempuran yang menentukan : sekarang Ia akan mewujudkan kekuasaan-Nya, setelah sebuah kurun waktu persiapan dan ketersembunyian yang panjang. Inilah apa yang sedang mereka harapkan, dan ternyata tidak demikian.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 21 Mei 2017 : KEDATANGAN ROH KUDUS

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Injil hari ini (Yoh 14:15-21), kelanjutan Injil hari Minggu yang lalu, membawa kita kepada saat yang mengharukan dan dramatis itu, yaitu Perjamuan Terakhir Yesus dengan murid-murid-Nya. Yohanes Penginjil mengumpulkan dari mulut dan hati Tuhan ajaran-ajaran terakhir-Nya, sebelum sengsara dan wafat-Nya. Yesus menjanjikan sahabat-sahabat-Nya, pada saat yang menyedihkan dan gelap itu, bahwa, setelah Dia, mereka akan menerima "Parakletos yang lain" (ayat 16). Kata ini berarti "Penolong" yang lain, Pembela yang lain, Penghibur yang lain : "Roh Kebenaran" (ayat 17); dan Ia menambahkan, "Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu" (ayat 18). Kata-kata ini meneruskan sukacita akan kedatangan Kristus yang baru : Dia, yang telah bangkit dan dimuliakan, tinggal di dalam Bapa dan pada saat yang sama, datang kepada kita di dalam Roh Kudus. Dan dalam hal ini, kedatangan-Nya yang baru, persatuan kita dengan Dia dan dengan Bapa dinyatakan : "Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu" (ayat 20).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 17 Mei 2017 : MARIA MAGDALENA, RASUL PENGHARAPAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Dalam minggu-minggu ini, permenungan kita sedang bergerak, boleh dikatakan, dalam lintasan misteri paskah. Hari ini kita bertemu dengan dia yang, menurut Injil-injil, adalah orang pertama yang melihat Yesus yang bangkit : Maria Magdalena. Istirahat Sabat baru saja berakhir. Pada hari Sengsara tidak ada waktu untuk menyelesaikan upacara pemakaman; oleh karena itu, pada waktu fajar penuh kesedihan tersebut, para perempuan pergi ke makam Yesus dengan kain ungu yang wangi. Dialah yang pertama kali tiba, Maria dari Magdala, salah seorang murid yang telah menyertai Yesus dari Galilea, menempatkan diri mereka pada pelayanan Gereja yang baru lahir. Merenungkan perjalanannya ke pemakaman adalah kesetiaan dari begitu banyak perempuan yang mengabdikan diri mereka selama bertahun-tahun menuju jalan pemakaman, untuk mengenang seseorang yang tidak ada lagi. Ikatan-ikatan yang paling asli tidak rusak bahkan oleh kematian : seseorang yang terus mengasihi bahkan jika orang yang dicintai telah pergi selamanya.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 14 Mei 2017 : TENTANG PEZIARAHANNYA KE FATIMA (PORTUGAL)

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Kemarin sore saya kembali dari peziarahan ke Fatima - kami menyapa Bunda Maria dari Fatima! - dan doa Maria kita hari ini memikul suatu makna tertentu, diisi dengan ingatan dan nubuat bagi mereka yang melihat sejarah dengan mata iman. Di Fatima saya membenamkan diri dalam doa umat kudus yang setia, doa yang telah mengalir di sana sebagai sebuah sungai selama seratus tahun, untuk memohon perlindungan keibuan Maria atas seluruh dunia. Saya bersyukur kepada Tuhan yang mengabulkan saya pergi ke kaki Bunda Perawan sebagai peziarah pengharapan dan kedamaian. Dan dari hati saya, saya mengucapkan terima kasih kepada para Uskup, Uskup Leiria-Fatima, para pejabat negara, Presiden Republik Portugal dan semua pihak yang menawarkan kerja sama mereka.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 10 Mei 2017 : TENTANG MARIA BUNDA PENGHARAPAN


Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Dalam rencana perjalanan katekese kita tentang pengharapan kristiani, hari ini kita memandang Maria, Bunda Pengharapan. Maria menempuh lebih dari satu malam dalam jalannya sebagai Ibu. Sejak penampilan perdananya dalam sejarah Injil, sosoknya menonjol seolah-olah ia adalah tokoh sebuah drama. Tidaklah mudah menjawab undangan Malaikat dengan sebuah "ya" : namun ia, seorang perempuan yang masih berkepribadian muda, menjawab dengan berani, meski tidak mengetahui apapun tentang takdir yang menantinya. Seketika itu juga, Maria muncul pada kita sebagai salah satu dari banyak ibu di dunia kita, yang dengan berani sampai akhir ketika baru saja menerima di dalam rahim mereka sejarah seorang manusia yang baru lahir.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 7 Mei 2017 : TENTANG GEMBALA YANG BAIK

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Dalam Injil hari Minggu ini (bdk. Yoh 10:1-10), yang disebut "Injil Gembala yang Baik", Yesus menghadirkan diri-Nya dengan dua gambaran yang saling melengkapi satu sama lain : gambaran gembala dan gambaran pintu kandang domba. Kawanan domba, yang adalah kita semua, miliki sebagai tempat tinggalnya sebuah kandang domba yang berfungsi sebagai tempat berlindung, di mana domba-domba itu tinggal dan beristirahat setelah kelelahan berjalan. Dan kandang domba adalah sebuah tanah berpagar dengan sebuah pintu, di mana ada seorang penjaga. Bermacam-macam orang mendekati kawanan domba : ada orang yang memasuki tanah berpagar tersebut melalui pintu dan ada orang yang "memanjat tembok" (ayat 1). Yang pertama adalah sang gembala; yang terakhir adalah orang asing, yang tidak mengasihi domba-domba tersebut, ia ingin masuk karena alasan lain. Yesus menyamakan diri-Nya dengan yang pertama dan mengejawantahkan sebuah hubungan keakraban dengan domba-domba itu, yang terungkap melalui suara-Nya, yang dengannya Ia memanggil mereka dan yang mereka kenali dan ikuti (bdk. ayat 3). Ia memanggil mereka untuk menuntun mereka ke padang rumput, tempat mereka menemukan makanan yang baik.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 3 Mei 2017 : TENTANG KUNJUNGAN APOSTOLIKNYA KE MESIR

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Hari ini saya ingin berbicara kepada kalian tentang perjalanan apostolik saya, yang dengan pertolongan Allah, yang saya lakukan ke Mesir beberapa hari yang lalu. Saya pergi ke negara tersebut atas undangan rangkap empat : dari Presiden Republik Mesir, dari Yang Mulia Patriark Ortodoks Koptik, dari Imam Besar Al-Azhar dan dari Patriark Katolik Koptik. Saya berterima kasih kepada mereka masing-masing atas keramahan mereka yang benar-benar hangat terhadap saya. Dan saya berterima kasih kepada seluruh rakyat Mesir atas keikutsertaan dan kasih sayang mereka yang dengannya mereka menghayati kunjungan Sang Penerus Santo Petrus ini.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 30 April 2017

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Kabar tragis tanpa henti mengenai situasi di Venezuela dan memburuknya bentrokan tersebut, dengan banyak korban tewas, terluka dan ditangkap. Seraya saya mempersatukan diri dengan kesedihan keluarga-keluarga para korban, yang kepadanya saya memastikan serangkaian doa, saya menyampaikan seruan yang tulus kepada Pemerintah dan kepada semua komponen masyarakat Venezuela untuk menghindari segala bentuk kekerasan lebih lanjut; semoga hak asasi manusia dihormati dan dapat dirundingkan penyelesaian yang diusahakan untuk krisis besar kemanusiaan, sosial, politik dan ekonomi yang membuat penduduk tertekan. Kita mempercayakan kepada Bunda Maria yang Mahakudus intensi perdamaian, pendamaian dan demokrasi di negara terkasih itu. Dan kita mendoakan seluruh negara yang sedang mengalami kesulitan besar, saya sedang memikirkan terutama hari-hari ini Republik Makedonia.

PESAN PAUS FRANSISKUS KEPADA PARA KLERUS, PELAKU HIDUP BAKTI DAN SEMINARIS PADA SAAT KUNJUNGAN PASTORALNYA KE MESIR (KAIRO, 29 April 2017) : TUJUH GODAAN BAGI KAUM RELIGIUS

Yang Berbahagia,
Saudara dan saudari terkasih,

Assalamu'alaikum! Damai selalu besertamu!

"Inilah hari yang telah dijadikan Tuhan, marilah kita bersukacita karena Dia! Kristus selamanya menang atas kematian, marilah kita bersukacita di dalam Dia!"

Saya senang berada bersama kalian di rumah pembentukan untuk para imam ini, yang merupakan jantung Gereja Katolik di Mesir. Saya senang menyambut kalian, para imam dan para pelaku hidup bakti dari kawanan kecil umat Katolik di Mesir, sebagai "ragi" yang sedang dipersiapkan Allah untuk negeri yang terberkati ini, sehingga, bersama dengan saudara dan saudari Ortodoks kita, Kerajaan-Nya dapat meningkat di tempat ini (bdk. Mat 13:13).