Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 30 Agustus 2015 : TENTANG PERTOBATAN HATI

Injil hari Minggu ini menceritakan perselisihan antara Yesus dan beberapa orang Farisi dan ahli Taurat. Diskusi mengacu pada "adat istiadat nenek moyang" (Mrk 7:3), yang dijelaskan Yesus, mengutip Nabi Yesaya, sebagai "aturan-aturan manusia". Dan [mengatakan] bahwa aturan-aturan tersebut tidak seharusnya menggantikan "perintah-perintah Allah".

Resep-resep kuno yang dibicarakan tersebut termasuk tidak hanya perintah-perintah Allah yang dinyatakan kepada Musa, tetapi juga serangkaian rincian untuk menjabarkan pokok-pokok petunjuk dari hukum Musa.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 26 Agustus 2015) : TENTANG BERDOA SEBAGAI SEBUAH KELUARGA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Setelah merenungkan tentang bagaimana keluarga menghayati waktu perayaan dan waktu kerja, kita sekarang memikirkan waktu doa. Keluh kesah orang-orang Kristiani yang paling sering harus dilakukan, pada kenyataannya, dengan waktu : "Saya harus lebih banyak berdoa ... saya menginginkannya, tetapi saya sering tidak punya waktu". Kita mendengar ini terus menerus. Penyesalan ini tentu saja tulus, karena hati manusia selalu berusaha berdoa, bahkan tanpa menyadarinya, dan jika tidak menemukannya, ia tidak memiliki kedamaian. Namun, untuk menemukannya, perlu menanamkan dalam hati sebuah cinta yang "hangat" bagi Allah, sebuah cinta yang penuh kasih sayang.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 23 Agustus 2015 : TENTANG SIAPAKAH YESUS

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Hari ini, kita mengakhiri bacaan dari Injil Yohanes bab enam, dengan pengajaran tentang "Roti Kehidupan", yang disampaikan Yesus setelah mukjizat penggandaan roti dan ikan. Pada akhir pengajaran itu, sebelum berakhirnya hari, ada sebuah antusiasme besar karena Yesus telah mengatakan menjadi Roti yang turun dari surga, dan bahwa Ia akan memberikan daging-Nya sebagai makanan dan darah-Nya sebagai minuman, menyinggung dengan sangat jelas pengorbanan hidup-Nya sendiri. Kata-kata ini menimbulkan kekecewaan pada orang-orang, dan mereka menghakimi-Nya tidak layak menjadi Mesias, tidak "patut nilai". Maka beberapa orang mengamat-amati Yesus sebagai seorang Mesias yang seharusnya berbicara dan bertindak dengan cara agar perutusan-Nya berhasil. Segera! Tetapi di sini, mereka membuat sebuah kekeliruan : tentang pemahaman perutusan Mesias! Bahkan murid-murid tidak dapat menerima bahasa, bahasa Tuhan yang mengganggu. Dan perikop hari ini mengacu pada ketidaknyamanan mereka, "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?" (Yoh 6:60).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 19 Agustus 2015 : TENTANG MAKNA KERJA DALAM KEHIDUPAN KELUARGA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Setelah merenungkan nilai perayaan dalam kehidupan keluarga, hari ini kita berhenti pada unsur pelengkap, yaitu unsur kerja. Baik perayaan maupun kerja merupakan bagian dari rencana kreatif Allah.

Kerja, biasa dikatakan, diperlukan untuk menyokong keluarga, bagi anak-anak untuk bertumbuh, untuk memastikan kehidupan yang bermartabat bagi orang-orangnya yang terkasih. Hal terbaik yang dapat dikatakan tentang orang yang serius dan jujur adalah: "Ia adalah seorang pekerja", pada kenyataannya, ia benar-benar orang yang bekerja, ia adalah orang yang tidak hidup dari punggung orang lain. Ada begitu banyak orang Argentina hari ini, saya telah melihat, dan saya akan mengatakan seperti yang kita katakan : <"Jangan berbuat berdasarkan hal ini">.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 16 Agustus 2015 : TENTANG YESUS, SANG ROTI KEHIDUPAN

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Pada hari-hari Minggu ini, liturgi menawarkan kepada kita, dari Injil Yohanes, pengajaran Yesus tentang Roti Kehidupan, yang adalah Ia sendiri dan yang juga adalah Sakramen Ekaristi. Perikop hari ini (Yoh 6:51-58) menyajikan bagian terakhir pengajaran itu, dan mengacu kepada beberapa orang di antara mereka yang bertengkar karena Yesus berkata: "Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman" (Yoh 6:54).

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 15 Agustus 2015 : TENTANG HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIANGKAT KE SURGA

Pada hari Sabtu, 15 Agustus 2015, Paus Fransiskus menjadi Paus pertama dalam kurun waktu lebih dari 60 tahun yang memimpin Doa Malaikat Tuhan pada Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga di Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Dalam beberapa tahun terakhir, para Paus umumnya merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga di kediaman musim panas kepausan di Castel Gandolfo; tahun lalu, Paus Fransiskus melakukan perjalanan apostolik ke Korea Selatan selama liburan musim panas tersebut. Paus terakhir yang merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga di Lapangan Santo Petrus adalah Venerabilis Pius XII.

Berikut adalah wejangan lengkap Paus Fransiskus dalam Doa Malaikat Tuhan tersebut.

********

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 12 Agustus 2015 : TENTANG PERAYAAN DALAM KEHIDUPAN KELUARGA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Hari ini kita mengawali sebuah kursus singkat permenungan tentang tiga dimensi yang mendenyutkan waktu, boleh dikatakan, dari irama kehidupan keluarga : perayaan, karya dan doa.

Kita awali dengan perayaan. Hari ini kita akan berbicara tentang perayaan. Dan kita mengatakan dengan segera bahwa sebuah perayaan adalah sebuah rekaan Allah. Kita mengingat kesimpulan dari Kisah Penciptaan dalam Kitab Kejadian, yang kita dengar: "Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu" (2:2-3). Allah sendiri mengajarkan kita pentingnya mendedikasikan suatu waktu untuk merenungkan dan menikmati apa yang dilakukan dengan baik dalam karya itu. Saya berbicara tentang karya, tentu saja, bukan hanya dalam arti sebuah pekerjaan atau profesi, tetapi dalam arti yang lebih luas: setiap tindakan yang dengannya kita laki-laki dan perempuan dapat bekerjasama dalam karya kreatif Allah.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 9 Agustus 2015

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Hari Minggu ini, kita melanjutkan bacaan dari bab keenam Injil Yohanes, yang di dalamnya Yesus, telah mengerjakan mukjizat besar penggandaan roti, menjelaskan kepada orang-orang arti "tanda" tersebut (Yoh 6:41-51).

Seperti yang telah Ia lakukan sebelumnya dengan perempuan Samaria, mulai dari pengalaman kehausan dan tanda air, di sini Yesus berangkat dari pengalaman kelaparan dan tanda roti, untuk mengungkapkan diri-Nya dan untuk menawarkan sebuah undangan untuk percaya kepada-Nya.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 5 Agustus 2015 : TENTANG KELUARGA-KELUARGA YANG TERLUKA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Dengan katekese ini kita mempelajari lagi permenungan kita tentang keluarga. Setelah berbicara terakhir kali tentang keluarga-keluarga yang terluka yang disebabkan oleh kesalahpahaman pasangan, hari ini saya ingin memusatkan perhatian kita pada kenyataan lain : bagaimana merawat orang-orang yang, setelah kegagalan ikatan perkawinan mereka yang tak dapat balik, telah menjalankan sebuah kesatuan baru.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 2 Agustus 2015 : TENTANG ROTI HIDUP

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi. Hari Minggu ini kita melanjutkan membaca Injil Yohanes bab 6 (Yoh. 6:24-35).

Setelah penggandaan roti, orang-orang mulai mencari Yesus dan mereka menemukan-Nya di Kapernaum. Ia mengerti dengan baik alasan untuk begitu banyak antusiasme dalam mengikuti-Nya dan Ia mengungkapkannya dengan jelas : "Kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.