Liturgical Calendar

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 17 Desember 2014 : YESUS MEMILIH DATANG KE DUNIA SEBAGAI BAGIAN DARI SEBUAH KELUARGA

Dalam Audiensi Umum mingguan khusus karena bertepatan dengan ulang tahun ke-78 Paus Fransiskus, beliau meminta semua keluarga untuk membuat tempat khusus bagi Yesus di rumah mereka pada Masa Aven ini. Meskipun Bapa Suci tidak menarik perhatian apapun untuk ulang tahunnya sendiri, mereka yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, siap untuk merayakannya. Para penggemar Tango telah menari di Via della Conciliazione, jalan menuju ke Lapangan Santo Petrus, untuk hari besar Paus Fransiskus tersebut. Seraya melakukan perjalanannya melalui Lapangan Santo Petrus sebelum Audiensi Umum, Bapa Suci tidak hanya menikmati teh mate, sejenis minuman tradisional Argentina, dari para peziarah, beliau juga dihadang oleh para seminaris dari Legioner Kristus yang memberinya sebuah kue ulang tahun dengan lilin.
Berikut adalah wejangan lengkap Paus Fransiskus dalam Audiensi Umum tersebut.
****************

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!
Sinode Para Uskup tentang Keluarga yang baru-baru ini diadakan adalah tahap pertama dari sebuah perjalanan, yang akan berakhir Oktober mendatang dengan diadakannya Sidang lainnya dengan tema "Panggilan Keluarga dan Perutusan dalam Gereja dan dalam Dunia". Doa dan permenungan yang harus menyertai perjalanan ini melibatkan seluruh Umat Allah. Saya juga menginginkan permenungan-permenungan lazim dari Audiensi-Audiensi Rabu dimasukkan dalam perjalanan bersama ini. Oleh karena itu, saya telah memutuskan untuk merenungkan tahun ini dengan Anda tepatnya tentang keluarga, tentang karunia agung ini yang telah dijadikan Tuhan bagi dunia sejak permulaan, ketika Ia memberikan kepada Adam dan Hawa perutusan untuk berkembang biak dan memenuhi bumi (bdk. Kej 1:28) - karunia itu yang telah diteguhkan dan dimeteraikan Yesus dalam Injil-Nya.
Kedekatan Natal menyoroti terang besar tentang misteri ini. Penjelmaan Putra Allah membuka permulaan baru dalam sejarah sejagat pria dan wanita. Dan permulaan baru ini terjadi dalam sebuah keluarga di Nazaret. Yesus dilahirkan dalam sebuah keluarga. Ia telah sudi datang secara spektakuler, atau sebagai seorang pejuang, seorang kaisar ... Tidak, tidak: Ia datang sebagai seorang anak laki-laki dari sebuah keluarga, dalam sebuah keluarga. Hal ini penting: merenungkan dalam kandang hewan pemandangan yang sangat indah ini.
Allah memilih untuk dilahirkan dalam sebuah keluarga manusia, yang Ia sendiri dibentuk. Ia membentuknya di sebuah desa yang terlupakan di pinggiran Kekaisaran Romawi. Bukan di Roma, yang merupakan ibukota Kekaisaran, bukan di sebuah kota besar, tetapi di pinggiran yang hampir tak terlihat, pada kenyataannya, agak kurang terkenal. Injil mengingatkan hal ini, hampir sebagai sebuah cara mengatakan: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" (Yoh 46). Mungkin, di banyak bagian dunia, kita masih berbicara seperti ini, ketika kita mendengar nama beberapa tempat pinggiran dsri sebuah kota besar. Nah, sebenarnya dari sana, dari pinggiran Kekaisaran yang besar itu, kisah yang paling suci dan baik dimulai - kisah Yesus di antara manusia. Dan keluarga ini ada di sana.
Yesus tinggal di pinggiran selama tiga puluh tahun. Penginjil Lukas merangkum periode ini demikian: Yesus "taat kepada mereka [yaitu, Maria dan Yosef]. Dan seseorang mungkin berkata: "Tetapi Allah ini, yang datang untuk menyelamatkan kita, tersia-sia tiga puluh tahun di sana, dalam pinggiran yang kurang terkenal?" Ia tersia-sia bertahun-tahun! Ia menghendaki ini. Cara Yesus adalah berada dalam keluarga itu. Ibu-Nya menyimpan segalanya dalam hatinya, dan "Yesus bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia (2:51). Tidak ada pembicaraan tentang mukjizat dan penyembuhan, pembicaraan tentang berkhotbah, - Ia tidak melakukan apapun pada waktu itu. Di Nazaret, segalanya tampaknya terjadi "dengan normal", sesuai dengan kebiasaan keluarga Yahudi yang saleh dan bekerja keras: mereka bekerja, Ibu memasak, dan melakukan segala urusan rumah, menyetrika kemeja ... segalanya dilakukan seorang ibu . Sang bapa, seorang tukang kayu, bekerja dan mengajar Putranya untuk bekerja - selama tiga puluh tahun. "Tetapi sia-sia, Bapa!" Jalan Tuhan misterius. Namun, apa yang penting ada keluarga! Dan ini tidak sia-sia! Mereka adalah orang-orang kudus besar: Maria, wanita yang tersuci, yang tak bernoda, dan Yusuf, orang yang benar-benar paling tulus... keluarga.
Kita pasti akan tersentuh oleh kisah bagaimana Yesus, sebagai seorang remaja, menghadiri pertemuan-pertemuan jemaat keagamaan dan melaksanakan tugas-tugas kehidupan sosial; dengan memahami bagaimana, sebagai seorang pekerja muda, Ia bekerja dengan Yosef; dan kemudian caranya mengambil bagian dalam mendengarkan Kitab Suci, mendoakan Mazmur dan dalam banyak hal lain dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ketenangan mereka, Injil-injil tidak mengatakan apa-apa tentang masa remaja Yesus dan meninggalkan tugas ini untuk permenungan mengharukan kita. Seni, sastra dan musik telah mengikuti cara daya khayal tersebut. Tentunya tidak sulit untuk membayangkan berapa banyak ibu dapat belajar dari kepedulian Maria terhadap Putranya itu! Dan berapa banyak ayah dapat menarik dari keteladanan Yosef, orang yang tulus yang mendedikasikan hidupnya untuk mendukung dan membela anak dan istrinya - keluarganya - di saat-saat sulit! Bukan untuk mengatakan berapa banyak anak muda dapat didorong oleh remaja Yesus, dengan memahami kebutuhan dan keindahan pembinaan panggilan mereka yang paling mendalam, dan memimpikan hal-hal besar! Dan dalam 30 tahun tersebut Yesus membina panggilan yang untuknya Bapa mengutus Dia. Dan, pada saat itu, Yesus tidak pernah putus asa, tetapi Ia tumbuh dalam keberanian untuk maju dengan perutusan-Nya.
Seperti yang dilakukan Maria dan Yosef, setiap keluarga Kristiani terutama dapat menerima Yesus, mendengarkan-Nya, berbicara dengan-Nya, menjaga dan melindungi-Nya, tumbuh dengan-Nya, dan dengan demikian memperbaiki dunia. Mari kita membuat sebuah tempat di dalam hati kita dan di hari-hari kita bagi Tuhan. Seperti yang juga dilakukan Maria dan Yosef, dan itu tidak mudah: berapa banyak kesulitan-kesulitan yang harus mereka atasi! Itu bukan keluarga jadi-jadian; bukan keluarga yang tidak nyata. Keluarga Nazaret memberikan kita komitmen untuk menemukan kembali panggilan dan perutusan keluarga, setiap keluarga. Dan, seperti yang terjadi pada tiga puluh tahun di Nazaret, sehingga itu juga bisa terjadi pada kita: mengasihi dan tidak membenci kenormalan, membuat bantuan bersama yang saling menguntungkan, bukan ketidakpedulian dan permusuhan. Bukan suatu kebetulan, kemudian, bahwa "Nazaret" berarti "Dia yang menjaga", sebagaimana Injil mengatakan apa yang Maria lakukan, yang "menyimpan segala perkara dalam hatinya" (bdk. Luk 2:19,51). Sejak itu, setiap kali ada sebuah keluarga - bahkan jika itu berada di pinggiran dunia, yang menyimpan misteri ini, misteri Putra Allah, misteri Yesus yang datang untuk menyelamatkan kita -, di tempat kerja dan datang untuk menyelamatkan dunia. Ini adalah perutusan agung tentang keluarga: memberikan ruang bagi Yesus yang datang, menerima Yesus dalam keluarga, dalam pribadi anak-anak, dalam pribadi suami, dalam pribadi istri, dalam pribadi kakek-nenek ... Yesus ada di sana. Sambutlah Dia di sana, sehingga Ia akan bertumbuh secara rohani dalam keluarga. Semoga Tuhan memberi kita kasih karunia ini pada hari-hari terakhir sebelum Natal. Terima kasih.
[Rangkuman dalam Bahasa Inggris]
Saudara dan saudari terkasih : Dalam persiapan untuk pertemuan Sinode Para Uskup bulan Oktober mendatang tentang panggilan dan perutusan keluarga dalam Gereja dan dalam dunia, katekese mingguan kita akan dikhususkan untuk tema keluarga. Masa Adven dari pengharapan penuh doa untuk kedatangan Tuhan ini mengajak kita untuk memikirkan bagaimana karunia asali Allah dari keluarga diambil dan diteguhkan dalam misteri Penjelmaan. Putra Allah memilih untuk dilahirkan ke dalam sebuah keluarga manusia, di sebuah kota yang tak dikenal di pinggiran Kekaisaran Romawi. Meskipun Injil-injil memberitahu kita sedikit tentang tiga puluh tahun pertama hidupnya, kita dapat membayangkan bahwa Yesus menjalani sebuah kehidupan keluarga yang sangat "lumrah". Ia dibesarkan dalam suasana ketaatan beragama, Ia belajar dari kata-kata dan keteladanan Maria dan Yosef, dan Ia tumbuh dalam kebijaksanaan, usia dan kasih karunia (bdk. Luk 2:52). Dalam kemiripan Keluarga Kudus, setiap keluarga Kristiani harus membuat sebuah tempat untuk Yesus dalam rumahnya. Karena melalui kasih keluarga-keluarga yang demikian "lumrah" maka Putra Allah secara diam-diam datang untuk tinggal di antara kita, membawa keselamatan bagi dunia kita.
[Penutur]
Saya menyambut para peziarah dan pengunjung berbahasa Inggris yang ambil bagian dalam Audiensi hari ini, termasuk berbagai kelompok mahasiswa dari Amerika Serikat. Ketika masa kudus Natal semakin dekat, saya memohonkan atas Anda dan keluarga-keluarga Anda sukacita dan damai dalam Tuhan Yesus. Tuhan memberkati Anda semua!
[Sambutan dalam Bahasa Italia]
Dalam suasana pengharapan yang menentramkan, ciri khas hari-hari menjelang Natal ini, saya gembira menyambut dengan kasih sayang umat berbahasa Italia. Saya menyambut para mahasiswa Athenaeum Regina Apostolorum kepausan dan Komunitas Legioner Kristus dengan para imam baru; delegasi dari kotamadya Bolsena; para penari Tango dan banyak anak-anak sekolah. Tampak lapangan terbagi dua! Saya menyerukan semua orang untuk membuat lebih intens dalam hari-hari ini komitmen mereka untuk doa dan perbuatan-perbuatan baik, sehingga kelahiran Yesus akan memenuhi hati Anda dengan sukacita sejati yang hanya dapat diberikan oleh Dia saja.
Sambutan khusus tertuju kepada orang-orang muda, orang-orang sakit dan para pengantin baru. Mari kita mempercayakan diri kita kepada Maria, Bunda Harapan dan model orang yang sungguh percaya. Orang-orang muda yang terkasih, terimalah misteri Betlehem dengan iman yang sama yang dengannya Maria menerima pemberitahuan Malaikat Gabriel. Orang-orang sakit yang terkasih, ambillah dari dia sukacita dan damai yang mendalam itu yang dibawa Yesus datang ke dunia. Para pengantin baru yang terkasih, tirulah keteladanan Bunda Yesus dengan doa dan keutamaan-keutamaan.