Liturgical Calendar

Featured Posts

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 19 November 2017 : PERUMPAMAAN TENTANG TALENTA DAN GAGASAN YANG SESUNGGUHNYA TENTANG ALLAH

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Dalam hari Minggu terakhir Tahun Liturgi ini, Injil menyajikan perumpamaan tentang talenta (bdk. Mat 25:14-30). Sebelum berangkat pada sebuah perjalanan, seseorang memberikan talenta kepada para hambanya, yang pada masa itu merupakan mata uang bernilai besar : kepada hamba yang pertama sebesar lima talenta, kepada hamba yang kedua sebesar dua talenta, dan kepada hamba yang ketiga sebesar satu talenta, menurut kesanggupan masing-masing. Hamba yang menerima lima talenta berwirausaha dan berhasil mengembangkannya, menghasilkan lima talenta lagi. Hamba yang menerima dua talenta berperilaku dengan cara yang sama, dan mendapatkan dua talenta lagi. Sebaliknya, hamba yang menerima satu talenta menggali lubang di tanah dan menyembunyikan mata uang tuannya.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 15 November 2017 : MISA ADALAH DOA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Kita melanjutkan dengan katekese tentang Misa Kudus Untuk memahami keindahan Perayaan Ekaristi, saya ingin memulai dengan aspek yang sangat sederhana : Misa adalah doa, lebih tepatnya, misa adalah doa yang par excellence, yang paling tinggi, yang paling agung dan, pada saat yang sama, yang paling "nyata". Sebenarnya, Misa adalah perjumpaan kasih dengan Allah melalui Sabda-Nya serta Tubuh dan Darah Yesus. Misa adalah perjumpaan dengan Tuhan.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 12 November 2017 : PERUMPAMAAN TENTANG GADIS BODOH DAN GADIS BIJAKSANA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Injil hari Minggu ini (bdk. Mat 25:1-13), menunjukkan kepada kita syarat untuk memasuki Kerajaan Surga, dan hal itu terjadi dengan perumpamaan tentang sepuluh gadis : perumpamaan tentang para pengiring mempelai yang bertanggung jawab untuk menerima dan menemani mempelai laki-laki menuju upacara pernikahan dan, seperti pada waktu itu biasanya dirayakan pada malam hari, para pengiring pengantin dilengkapi dengan pelita.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 8 November 2017 : EKARISTI ADALAH "HATI" GEREJA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Hari ini kita memulai serangkaian katakese baru, yang akan mengarahkan pandangan kita pada "hati" Gereja, yaitu Ekaristi. Penting bagi kita umat kristiani untuk memahami dengan baik nilai dan makna Misa Kudus, benar-benar semakin menghayati secara penuh hubungan kita dengan Allah.

Kita tidak bisa melupakan sejumlah besar umat kristiani yang, di seluruh dunia, dalam dua ribu tahun sejarah, mengalami kematian untuk membela Ekaristi; dan berapa banyak lagi hari ini yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk ambil bagian dalam Misa hari Minggu. Pada tahun 304, selama penganiayaan Dioklesian, sekelompok umat kristiani di Afrika Utara terkejut, saat sedang merayakan Misa di sebuah rumah, dan ditangkap. Dalam interogasi tersebut, Pro-Konsul Romawi menanyai mereka mengapa mereka melakukannya, mengetahui bahwa itu benar-benar dilarang. Dan mereka menjawab: "Kami tidak bisa hidup tanpa hari Minggu", yang berarti : jika kita tidak dapat merayakan Ekaristi, kita tidak dapat hidup, kehidupan kristiani kita akan mati.